Sekarang Kita Sudah Kaya

sekarang seharusnya kita sudah harus sombong, sudah harus bangga dan sudah harus berzakat fitrah ramai-ramai.. Pasalnya, sekarang kita sudah kaya.
nggak percaya?? ini pertimbangan saya.
saat saya sedang duduk nyantai di salah satu area hotspot di Kendari, saya disuguhkan makanan dan minuman. Kebetulan malam itu duit saya lagi tipis, karena duit hasil kuras keringat selama seminggu sudah habis buat nombok tagihan. Jadi, saya melirik-lirik di table menu mana yang paling murah.. Gilaaa. setelah saya pelototin tuh menu hampir sepuluh menit, menu yang paling murah hanya air mineral itu pun nggak murah-murah amat, satu botol ukuran 600 ml, dipatok Rp 8ribu. Mau nggak mau saya terpaksa harus beli, kalau nggak beli pasti ditendang keluar.
sambil minum dan dengerin orang karaokean, tiba-tiba saya inget, dalam sehari saya bisa minum minimal 3 botol air mineral ukuran 600 ml. Kerjaan saya yang berhubungan dengan mobilitas tinggi dibawah terik matahari dan banyak menghamburkan air liur, pastinya membutuhkan banyak asupan air pengganti cairan tubuh yang hilang agar tidak dehidrasi
Jika sehari 3 botol air mineral, berarti saya menghabiskan Rp 24 ribuan hanya untuk air minum saja. dalam 26 hari kerja (satu bulan), berarti saya (dan kemungkinan kebanyakan dari kita juga begitu) telah menghabiskan Rp 624 ribu hanya untuk air minum. Masya Allah.
Nggak bisa dibilang sebagai pemborosan juga karena air minum itu adalah kebutuhan dasar dan mutlak mahluk hidup. Tapi yang membuat saya jadi kaget karena nominal yang harus dikeluarkan untuk menebus kebutuhan yang sebenarnya melimpah disekitar kita. Itu hanya untuk air minum bagaimana dengan makanan? saya yakin, tidak sedikit diantara kita yang makan diwarung, kalau di ratakan, minimal untuk makan level menengah musti merogoh kocek Rp 10 ribu per porsi, kalau warung menengah ke atas rataanya Rp 35 ribu perporsi, kelas atas Rp 75 ribu perporsi dan lebih tinggi lagi di kelas VIP dan VVIP. Hitunglah Rp 10 ribu, dalam sebulan berarti minimal kita telah menghabiskan Rp 260 ribu untuk ukuran sekali makan di warung saja.
Artinya makan dan minum kita Rp 884 ribu.
Upah minimum provinsi (UMP) Sultra yang akan di tetapkan tahun 2010 nanti hanya Rp 870 ribu saja, artinya tidak cukup untuk biaya makan kita.. UMK itu diukur berdasarkan standar hicup layak. Artiny alagi, ukuran gaji Rp 870 ribu di Sultra sudah termasuk sejhatera, nah dengan biaya makan dan minum Rp 884 ribu perbulan artinya kita sudah kaya.. semoga.
foto klik di sini

Di Mana Rock Ku???

jamrud-inginkembaliSedikit nyeleneh, tapi saya sudah pusing mau membuat judul yang bagaimana. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengarahkan judulku itu menjadi negatif.
Langsung saja…. Begini,
Satu hingga dua dekade lalu, Indonesia masih menyenangkan bagi saya, saat itu, saya dengan mudah untuk memilih musik rock mana yang akan saya dengarkan. Disetiap panggung konser, festival hingga deuker-deuker, semuanya menyuarakan rock, rock dan rock.
Saya masih sempat menonton godbless, gito rollies, power metal, voodoo, elpamas, hingga generasi penerus mereka seperti sahara, boomerang, jamrud, power slaves.
Sekarang ini saya merindukan mereka.. beberapa band seperti Jamrud dan Boomerang masih mereguk sukses di awal era milenium ini. Begitu pun power metal dan sahara yang mencoba sukses kembali, tapi saat ini tidak laku..
saat ini orang lebih senang mendengarkan kangen band, radja, peterpan, dan sebagainya. Band yang menurut saya masih harus banyak belajar, menyedihkan dan buta aksara musik.
Dipanggung hiburan,s aat ini sudah tidak ada lagi rock. Andra and the backbone mencoba menggeberak, koil juga sempat muncul, tapi hipnotis kangen band (cuih) masih lebih hebat.
saya kasihan dengan diri saya sendiri karena saat ini saya bingung mencari rock ku yang hilang..
foto dari sini

Miyabi Ganti Kelamin

mieyabi ganti kelaminMungkin Maria Ozawa alias Miyabi, sudah bosan menjadi cewek. Perkaranya dia sebel karena di cekal di Indonesia. Untuk memprotes itu, ia kini ganti kelamin. Ia lalu meng up-load fotonya setelah ganti kelamin agar semua orang tahu.. (hahahahahaaa)

foto diunggah dari sini

Kalau Begitu…

Ini kisah nyata dari wartawan yang sedang bertugas meliput kegiatan gubernur Sultra, di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sultra.
Saat itu, sedang ada kegiatan pencanangan jalan. Seperti biasa, acara para pejabat pasti berlangsung normatif dan protokolis.

Seperti biasa juga, serangkaian seremoni tersebut ditutup dengan pembacaan doa. Siang itu, salah seorang pejabat Butur, maju menjadi pembaca doa.

Lalu, mulailah dia membaca doa, satu menit, dua menit hingga menjelang lima menit, doa orang tersebut belum selesai. Gubernur sudah mulai kelihatan gerah, begitupun pejabat dan hadirin lainnya.

Seorang staf protokoler Pemprov berinisiatif memperingatkan pembaca doa tersebut agar meringkas doanya “Pak, jangan terlalu panjang,” ujarnya.

Tapi si pembaca doa itu, terus saja tancap gas.
Lalu, dia ditegur lagi oleh staf protokoler itu, “Pak, sudah, pak sudah,”… Tapi pembaca doa itu, masih saja lanjut, karena doanya masih tersisa dua lembar ukuran kwarto, font times new roman ukuran 10 dan kerapatan spasi 1.

Karena gelagat para pejabat semakin tidak sabaran, lalu staf protokoler Sultra itu, kembali memberikan peringatan yang kali ini sudah lebih keras kepada pembaca doa itu. “Pak sudah,, sudah,”..
karena diperingatkan begitu, si pembaca doa yang sedang khusuyuk ini, tiba-tiba berhenti membacakan doanya sembari berkata. “Kalau begitu, Rabbana Atinna fiddunia hasanah, wafil……….,” kontan saja karena mendengar kalimat “kalau begitu” yang disebutkan dengan keras, maka para wartawan dan hadirin tertawa terbahak-bahak, sedangkan para pejabat hanya bisa tersungging saja. (***)

Puisi Ditengah Polusi

kapolri
sumber : www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?pa…
Kapolri Bambang Hendarso Danuri, ternyata memiliki cita rasa seni juga. Bukan cuma pintar dihadapan komisi III DPR RI, kapolri kita ini juga pintar berpuisi.

Berikut petikan puisi yang disampaikan Bambang di hadapan sekitar 500 personel Brimob saat HUT ke 64 brimob yang diunduh dari INILAH.COM :

“Tekadku ketika badai menerpa…
Jiwa Bhayangkara mewujudkan makna Tribrata
Menegakkan harga diri untuk menciptakan keadilan
Untuk tetap tegak menjaga diri
Aku bangga menjadi insan Tribrata”..

Asyik juga coy, karena akhirnya saya jadi tahu kalau ternyata Kapolri itu bisa “nyeleneh”.
Tapi yang saya ingin tahu, kenapa nanti di saat Kapolri terdesak oleh kasus cicak vs buaya baru dia bisa berpuisi. Mmmm, mungkin ini karena tendensi kasus itu yang semakin memuncak dan tidak lama lagi akan meledak. Kasus itu telah menjadi polutan utama di udara kebebasan informasi saat ini.

Di saat kasus meruncing kepada pemecatan Bambang dan Kajati Hendarman Supandji, Bambang sudah bisa berpuisi. Yah, saya berharap agar kalau saja–saya ulangi kalau saja– nantinya Bambang dipecat, dia bisa “bernyanyi” juga.

yah, terserah dialah mau nyanyi yang bagaimana, apakah nantinya dia menyanyikan lagu berjudul TESTIMONI atau lagu lainnya yang berjudul Protes kepada Alam.. tak tahulah..

Antara Modis, Latah dan Jati Diri

punk
sumber:http://media.photobucket.com/image/punk%20style/chipolte/0a712768.jpg

Hampir disemua pusat perbelanjaan atau tempat lain yang bisa menyedot atensi publik, saya melihat beberapa rombongan anak muda (kalau tidak boleh disebut ABG) dengan berbagai style berbeda. Terkadang saya berpas-pasan dengan serombongan yang mengenakan baju berwarna menyilaukan dan celana yang ujungnya “mencekik” betis (di Kendari biasa disebut celana botol). Kalau di lihat sih, mode tersebut mulai dipopulerkan oleh Pasha Ungu.

Ada juga yang mengusung mode punk, bajunya sobek disana sini, bukannya sudah lusuh, tapi sengaja disobek. Rambut mereka terlihat menarik dengan model mohawk atau kadang juga wake-up style. Makin serem dengan body pierching mulai dari kuping, lidah sampai puser. Yah, meski kadang kelihatannya kontras sekali dengan kehidupan disekitar mereka, namun komunitas ini tetap eksis.

Terkadang juga, saya bertemu dengan anak muda yang masih memakai celanan yang robek dilututnya. Ciri khas rocker tahun 90-an. Rambut gondrong, make gelang anting dan rante. Kata Project pop, anak rocker memang selalu positif, apa saja selalu ngangguk-ngangguk.

Sebenarnya masih banyak lagi.

Tapi yang membuat saya jadi geli dan bingung, menurut mereka itu adalah style yang bisa menggambarkan kepribadian mereka. Mungkin dianggap sebagai identitas siapa diri mereka, apakah rocker, punker, anak dugem, deelel (dll).

Jika style itu dianggap sebagai jati diri, saya jadi heran koq jati dirinya berubah-ubah yah?? hari ini make tindik, besok dilepas. Hari ini pake celana botol, besoknya boogie, besoknya lagi pake cut brai..

justru saya melihat model yang berusaha dijadikan sebagai jati diri oleh sekelompok tadi justru sebagai penghiloang jati diri mereka sendiri. Mereka harus tampil sebagai punker ketika bergaul dengan lingkungan punker. KAlau tidak, maka kamu harus get out. begitu juga untuk komunitas lainnya. Terkadang saya berpikir perkembangan jaman termasuk gaya berpakaian jutru membuat kita menjadi latah dan menghilangkan jati diri.

Jadilah diri sendiri. Gunakan panca indera untuk melihat yang mana cocok dan tidak, ketika sudah memilih, cobalah untuk setia. Itulah jati diri.

bertanya pada siapa

jadi ingat waktu masih pakai putih-biru.. pertama kali nonton CD konser GNR. takjubnya bukan main. Lengkingan suara axl beradu cadas dengan lengkingan gitar slash yang melodik. Selepas nonton, gairah langsung bangkit untuk belajar main gitar.. maka setelah merengek kepada nyokap, selang dua hari kemudian Yamaha tipe G merah marun sudah ada digenggamanku.

Sayangnya minat tinggi itu tidak mendapat feed back dari kota ku, Kendari saat itu, masih kota kecil (meskipun sekarang masih kecil juga, tapi lebih besarlah dibanding belasan tahun lalu). Selain masih berstatus bocah, arus transformasi informasi yang tidak berkembang membuat semangatku terkubur di dalam nada-nada dasar yang sudah aku pelajari hingga dua minggu setelah gitar itu aku pegang.

Aku bingung mau bertanya pada siapa.. padahal aku punya banyak pertanyaan. Selain tujuh not ini, masih berapa banyak lagi not lainnya? siapa master gitar di kota ini? siapa master gitar di Indonesia, atau bahkan di Dunia?, apa itu partitur yang sempat aku baca di buku? belum sempat itu aku bertanya.. aku pusing mau bertanya pada siapa.. bertanya di sekeliling, malah jawaban yang kuterima mungkin anu, mungkin ini, mungkin itu. Ini baru awal.. termasuk saat aku menulis di blog ini, sekarang aku mau bertanya tapi pada siapa??

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Wellcome

n1492391323_966pertama kali bernafas diluar rahim pada 4 maret 1984, saya lahir dan hingga sekarang masih eksis di Kendari. Alhamdulillah, sudah lulus dari jebakan S1, karena itu saya masih takut untuk terjebak lagi di S2. Awalnya, inspirasiku untuk menulis berasal dari idealisme dan trah pemberontak yang mengalir di darahku (maaf, ini tidak perlu saya jelaskan). Tapi belakangan ini, inspirasiku lancar meluncur dari sisi lain diriku, dari seorang Wanita yang ku panggil INSAY

Tag

mode

 

November 2009
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30